Atasi Ancaman Siber di Nusantara, BSSN Libatkan Quad Helix

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Pandangan. com – Badan Siber dan Isyarat Negara (BSSN) melibatkan empat pemangku kepentingan yang disebut dengan Quad Helix dalam menangani ancaman siber yang terjadi di Indonesia.

“Untuk menangani ancaman semacam ini maka kita harus melibatkan stakeholder yang kita tutur quad helix, ” ujar Direktur Proteksi Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional BSSN Sinar Achmadi Salmawan dalam Forum Kebijakan Daring Asia Pasifik yang digelar virtual, Selasa (2/3/2021).

Achmadi menjelaskan, quad helix dengan dimaksud meliputi unsur negeri, pelaku bisnis, akademisi, dan masyarakat atau komunitas. Tempat mengatakan keempat pemangku relevansi tersebut dilibatkan untuk menyerakkan kesadaran keamanan siber di tengah masyarakat.

“Jadi kita harus memanfaatkan komponen terpendam di negara kita buat mengatasi ancaman yang kita hadapi, ” kata tempat.

Menangkap Juga: Wah, 5 dari 10 Organisasi di Asia Tenggara Gunakan Perangkat Lunak Jadul

Achmadi juga menyinggung menimpa Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN) yang rancangannya sudah disusun oleh BSSN. Dia mengatakan bahwa terdapat sejumlah misi dalam menyusun muslihat tersebut.

Di antaranya yaitu melindungi kepentingan nasional yang meliputi masyarakat, infrastruktur bahan kritikal nasional, penyelenggaraan tadbir untuk mencapai stabilitas nasional, serta keamanan nasional.

Selain itu, SKSN tersebut pula mengusung misi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional di rangka memberikan kemakmuran sekaligus kesejahteraan bagi rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Achmadi turut mengingatkan masyarakat untuk memiliki kesadaran mengenai pentingnya keamanan siber sehingga internet dapat digunakan secara lebih bijak.

“Media sosial menjadi senjata bagi sistem dan individu untuk memanipulasi informasi demi kepentingannya tunggal. Penting untuk menginformasikan kepada masyarakat bagaimana menggunakan internet dengan benar dan aman, ” ujar dia.

Baca Juga: Waspada, Ada Ancaman Peretas di Balik Aplikasi Clubhouse Android

Sementara itu, CEO Kaspersky Eugene Kaspersky yang juga menjadi pembicara dalam wadah itu mengatakan bahwa masa ini terjadi pergeseran target pelaku kejahatan siber, lantaran ponsel cerdas dan set pribadi ke sistem pengaruh industri dan Internet of Things”(IoT).

“Pada tahun 2020 kami melihat deteksi file berbahaya yang unik menyusun 20 hingga 25 obat jerih sehari. Dan hari ini, peneliti kami juga memantau dengan cermat lebih dibanding 200 grup aktor intimidasi dunia maya yang bertanggung jawab atas serangan yang sangat ditargetkan terhadap bank, pemerintah, atau infrastruktur istimewa negara, ” ucap Kaspersky. [Antara]