Net1 Terkendala, Kominfo Minta Sampoerna Telekomunikasi Utamakan Hak Pelanggan

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Perkataan. com – Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia mengutamakan hak-hak konsumen mereka menyusul terjadinya provokasi yang membuat layanan internet Net1 terhenti sementara.

“Kemenkominfo menegaskan agar PT Sampoerna Telekomunikasi untuk mendahulukan dan memastikan hak-hak seluruh konsumen tidak dilanggar serta melaksanakan kepatuhan sesuai ketentuan sistem perundang-undangan, ” kata Ahli Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi, dalam pernyataan pers, Kamis (24/6/2021).

Kominfo pada tanggal 22 Juni kemarin telah menerima surat pemberitahuan dari Sampoerna Telekomunikasi Indonesia yang isinya melaporkan bahwa layanan itu untuk sementara berhenti semenjak tanggal tersebut.

Sampoerna Telekomunikasi Indonesia dan Kominfo tak menjelaskan secara rinci tahanan yang dialami Net1 sehingga layanan terganggu.

Baca Juga: Menunggak Rp 442 Miliar ke Pemerintah, Layanan Internet Sampoerna Telekomunikasi Terganggu

Sebelumnya diwartakan bahwa layanan internet Net1 padahal mengalami gangguan. Seperti dilansir dari Jarang , Kamis (24/6/2021), dalam halaman depan situs resmi Net1 terlihat keterangan dengan mengatakan bahwa layanan internet perusahaan tersebut sedang menjalani “kendala teknis”.

Perusahaan juga berjanji akan mengembalikan biaya atau refund kepada konsumen yang terimbas masalah tersebut. Net1 juga berjanji kalau layanan akan kembali biasa sebelum 31 Juli.

Servis Net1 dari Sampoerna Telekomunikasi Indonesia berada di 28 provinsi di Indonesia, dengan total pelanggan 334. 473. Perusahaan ini menggelar jaringan bergerak seluler di ban frekuensi 450MHz.

Adapun pada 11 Juni lalu, Kominfo melayangkan surat teguran kedua karena kongsi tersebut belum membayar Beban Hak Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio untuk Izin Lin Frekuensi Radio (BHP IPFR).

“Kementerian Kominfo akan melangsungkan evaluasi penghentian pemanfaatan Sumber Daya PT STI. Evaluasi tersebut meliputi evaluasi terhadap pemberian Izin Spektrum Frekuensi Radio, penomoran, serta hak-hak lain dari sisi penyelenggaraan telekomunikasi, ” kata Dedy ketika itu.

Baca Juga: Menunggak Rp 442 M, Kominfo Layangkan Surat Teguran Kedua ke Sampoerna Telekomunikasi

Kominfo meminta Sampoerna Telekomunikasi Indonesia buat segera melunasi pembayaran tunggakan BHP IPFR tahun 2019 dan 2020, yang mulai Juni ini berjumlah Rp 442 miliar terdiri dibanding hutang pokok dan denda.