Pemprov Papua: Gangguan Telekomunikasi Bukan Karena Sabotase

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Suara. com berantakan Pemerintah Daerah Papua mengimbau masyarakat dalam wilayahnya tidak terprovokasi isu sabotase atas terganggunya jaringan komunikasi akibat putusnya kabel optik bawah laut hak Telkom di Perairan Sarmi.

Sekretaris Daerah Provinsi Papua Dance Yulian Flassy kepada Antara di Jayapura, Sabtu mengatakan persoalan internet, yakni putusnya kabel optik kolong laut sekitar 700 kilo meter dari Perairan Sarmi tersebut, merupakan kejadian yang memaksa.

“Meskipun membuat komunikasi di Jayapura terganggu, namun di provinsi selatan, seperti Timika dan Asmat tidak terpengaruh, ” kata Dance.

Dance memasukkan bahwa pemerintah daerah cukup membahas gangguan telekomunikasi yang dialami warga Jayapura dan Sarmi itu dengan pihak Telkom.

Baca Juga: Kabel Bawah Laut Telkom Putus, Layanan Telekomunikasi Papua Terganggu

“Kami berharap hal ini tidak mengusik pelayanan publik bagi kelompok, apalagi menjelang Hari Awam Idul Fitri, ” ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya sudah menginstruksikan Kepala Dinas Hubungan dan Informatika Provinsi Papua untuk berkoordinasi dengan PT Telkom setempat agar kejadian ini dapat segera dicari solusinya.

“Jika jaringan komunikasi terputus atau terganggu dalam waktu lama dapat menganggu penyelenggaraan pemerintahan, ” katanya.

Sebelumnya diwartakan bahwa layanan telekomunikasi di Jayapura dan Sarmi tertahan sejak Jumat malam (30/4/2021) akibat putusanya kabel lembah laut Telkom di dekat Sarmi.

Telkom, dalam pancaran persnya, mengatakan sedang menyiasati menyediakan layanan via planet sebagai ganti kabel lembah laut. Tetapi BUMN tersebut belum bisa memastikan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memperbaiki kabel bawah laut yang putus. [Antara]

Baca Juga: Aksi May Day di Kedubes AS, 15 Mahasiswa Papua Diangkut ke Polda Metro Jaya