Perahu Kuno Ditemukan di Jambi, Diduga Berasal dari Era 16

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Suara. com – Dosen Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) Ali Akbar menemukan sebuah perahu kuno di Lambur, Jabung Timur, Provinsi Jambi. Ia mengatakan bahwa perahu itu adalah bukti peradaban di Nusantara telah berkecukupan menjelajahi dunia sebelum Eropa datang.

“Penemuan kapal tersebut menunjukkan bahwa bangsa Indonesia telah mampu membuat kapal besar yang mampu menjelajah sangat jauh di lautan lepas, bahkan sebelum kehadiran bangsa Eropa, ” kata pendahuluan Ali Akbar dalam keterangannya, Rabu (28/4/2021).

Bangsa Eropa dikenal jadi penjelajah dunia pada sekitar abad ke-14 Masehi, namun dengan adanya penemuan tersebut membuktikan bahwa bangsa Indonesia juga mampu berlayar ke Persia pada sekitar kurun ke-10 Masehi.

Berdasarkan riset, kata Ali Akbar diketahui panjang perahu kuno tersebut adalah 24 meter secara lebar 5, 5 meter dan dibuat pada mula abad ke-16 Masehi.

Baca Serupa: Arkeolog Temukan Kota Kematian, Berisi 40 Makam Berusia Seribu Tahun

Sebagai perbandingan, di akhir abad ke-16, tepatnya tahun 1596, Cornelis de Houtman, pelaut Belanda dengan pertama mendarat di Indonesia, membawa empat kapal berukuran panjang 24 meter dengan mampu mengarungi samudra dari Eropa sampai ke Nusantara.

Hal ini menunjukkan kalau teknologi perahu kuno pada Jambi ini dapat menyaingi kemampuan kapal-kapal Eropa itu.

Penyusunan papan-papan perahu kuno tersebut menggunakan teknik tempat tinggal ikat dan kuping pengikat (sewn plank and lashed-lug technique). Teknik ini adalah ciri khas teknik pembuatan kapal masyarakat Asia Tenggara atau Austronesia dan diterapkan mulai dari sekitar masa ke 1 Masehi. Sekoci kuno dengan teknik ini antara lain ditemukan di Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Indonesia.

Sekoci ini diyakini merupakan sisa peradaban Kerajaan Zabaj (Sabak) yang terletak di jarang India dan Cina serta berada di garis ekuator. Kerajaan ini merupakan negeri maritim berbudaya Islam yang terkenal dengan kemampuan penjelajahan kapal-kapal mereka. Berdasarkan catatan kuno, perahu-Zabaj juga telah sanggup berlayar ke Persia yakni ke Pelabuhan Siraf di Iran.

Penelitian ini merupakan hasil kerja sebanding antara UI dengan Pemerintah Daerah Tanjung Jabung Timur dengan tujuan peningkatan status pariwisata di lokasi Perlindungan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi Jambi.

Baca Juga: Arkeolog Temukan Jejak Kaki Bayi Dinosaurus, Terkecil di Dunia

“Situs tersebut terletak di kedudukan transmigrasi yang terbilang pas sepi. Diharapkan berdasarkan pengkajian ini, pengolahan pariwisata daerah tersebut dapat dilakukan & situs ini dapat menjadi media pembelajaran bagi umum umum, ” ujar Ali menjelaskan. [Antara]