Tak Cuma di Youtube, Kominfo Juga Blokir Paul Zhang di Facebook dan Twitter

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Pandangan. com – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan telah memperluas menutup atas Paul Zhang, orang yang dinilai telah melakukan penghinaan atas Islam, yang tadinya cuma di Youtube kini juga di jalan sosial lain seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.

“Kominfo bertindak tegas dalam pengerjaan konten ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah bon bangsa, termasuk yang dikerjakan oleh Paul Zhang, ” kata juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, Kamis (22/4/2021).

Berdasarkan data yang diberikan Kominfo bagi hari ini, sebaran konten ujaran kebencian dari Joseph Paul Zhang juga ditemukan di Facebook, Instagram dan Twitter, dari yang awal hanya di YouTube.

Kominfo telah meminta penyelenggara maklumat untuk memblokir 44 konten Paul Zhang dengan rincian 26 konten di YouTube, 13 konten Facebook, 3 konten Instagram dan besar konten di Twitter.

Baca Selalu: Cari Kedudukan Persembunyian, Polri Bakal Kontrol Keluarga Jozeph Paul Zhang

“Selain 44 konten tersebut, Kominfo juga cukup memproses 23 konten yang diduga melanggar undang-undang, ” kata Dedy.

Tim perondaan siber Kominfo sampai keadaan ini masih mencari konten-konten bermuatan ujaran kebencian semacam di berbagai platform jalan sosial.

Kominfo kembali meminta warganet untuk tidak menyerakkan konten Paul Zhang maupun konten lainnya yang menyimpan ujaran kebencian, hoaks serta perundungan siber.

“Hal ini penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menghadirkan perbaikan di ruang digital, ” kata Dedy.

Jozeph Paul Zhang, yang memiliki tanda asli Shindy Paul Soerjomoeljono, diburu kepolisian Indonesia karena membuat konten berisi ujaran kebencian dan penistaan pegangan.

Mengucapkan Juga: Sindir FPI, Jozeph Paul Zhang Bersyukur Tak Lagi pada Indonesia

Bareskrim Polri telah mengajukan permohonan ke Direktorat Jenderal Imigrasi, Departemen Hukum dan Hak Pokok Manusia, untuk mencabut paspor Jozeph Paul Zhang yang kini berada di luar negeri. Jika paspor dicabut, ia akan menjadi stateless atau tidak memiliki kewarganegaraan dan tidak bisa bepergian ke negara mana biar.

Bareskrim Polri hari tersebut mengumumkan sudah mengirimkan surat ke Markas Besar Interpol di Prancis untuk menimbulkan red notice, untuk mempersempit pergerakan Paul Zhang. [Antara]